Tolak Himbauan Kapolda Aceh, Aswaja Kota Banda Aceh : Pak Polisi, Kami Tidak Takut Pada Anda


Mudhiatulfata.net, Banda Aceh - Himbauan Kapolda Aceh dalam maklumatnya yang dikeluarkan Selasa, 22 November, melarang rakyat Aceh untuk mengikuti Aksi Bela Islam jilid 3, telah menuai protes dan kecaman sebagian besar umat islam di Aceh.

Umumnya masyarakat di Aceh tidak senang dengan himbauan tersebut yang terkesan mengkerdilkan makna demokrasi dan mengekang hak-hak rakyat yang ingin mengemukakan pendapatnya. Apalagi persoalannya adalah penistaan agama yang menjadi prinsipil adalah hal yang dilindungi oleh negara.

Berani karena benar, menantang Polda Aceh yang mencoba jauhkan umat islam dari agamanya. Protes beserta penolakan atas himbauan Kapolda Aceh kali ini datang dari pengurus ormas Aswaja kota Banda Aceh, Tgk Ismail Husen kepada tim Mudhiatulfata.net, di Banda Aceh, Rabu, 23/11/2016.

“Pak Polisi, kami tidak takut kepada Anda, kami takut hanya kepada Allah. Bila ada polisi yang melarang ikut aksi damai, kita mohon kepada Allah agar diberi hidayah kepadanya,” ujar Tgk Ismail.

Lebih lanjut ia mengatakan bahwa semua rakyat Indonesia yang mengaku sebagai orang Islam sejatinya wajib mendukung Aksi Bela Islam jilid 3 termasuk Polisi. Bukan malah menghimbau muslimin (seakan menjauh dari islam) agar tidak ikut ke Jakarta untuk bela agamanya atau menuntut si Penista.

“Terlebih khusus lagi untuk Aceh, karena Aceh dahulu merupakan pintu gerbangnya agama islam yang masuk ke Indonesia maka seharusnya jadi garda terdepan menjadi tameng ketika agamanya dinistakan,” demikian tegasnya.


Sebagai antisipasi terganggunya kehidupan dan perpecahan persatuan bangsa, baik HUDA, FPI dan Aswaja sebagai ormas yang beriktiqadkan Ahlussunnah Waljamaah, sebelumnya juga telah menggelar kegiatan zikir, doa dan istigotsah bersama, untuk muslim Rohingya dan keselamatan bangsa dari bahaya liberal, sekular dan komunis (PKI). (yma)


Baca juga :


No comments

Powered by Blogger.