Astagfirullah.. Said Aqil Siraj Bikin Jengkel Umat Islam Lagi, Ternyata Ia Juga Pembina Sekolah Kristen


Mudhiatulfata.net –Lagi-lagi hal mengejutkan umat islam di nusantara ini terutama bagi warga nahdhiyin, KH. Said Aqil Siradj (SAS). Sudah sebelumnya banyak hal-hal membuat jengkel sebagian umat islam, kini SAS sebagai tokoh ketua PBNU ternyata juga menjadi pembina di yayasan umat Nasrani. 
Walaupun itu mungkin dilakukan mewakili pribadinya namun hal tersebut tetap tidak bisa diterima oleh sebagian besar umat islam terutama warga NU yang merupakan pengikut Ahlussunnah Waljamaah (Aswaja).

Seperti yang dikutip dari situs publik-news.com, nama SAS itu tercantum dalam surat yang dikirimkan oleh BPSMK JB kepada Kepala kantor Pertanahan Kota Bandung, di Jl Soekarno Hatta No. 586 Bandung.

Surat yang bertanggal 6 Desember 2016 dan ditandatangani oleh tiga orang pengurus. Mereka adalah Toto Lukito Sairoen sebagai Ketua, Soekendari Mulyadi sebagai Sekretaris dan Prof Dr KH Said Aqil Sirodj MA sebagai pembinanya.

Surat yang ditandatanganinya sebagai pembina
Berikut isi petikan lengkap surat BPSMK JB yang dikirimkan kepada Kepala Kantor Pertanahan Kota Bandung yang diperoleh Publik-News.com, (Kamis, 15/12/2016).

No: 012/BPSMK-JB/XII/2016
Lampiran: 1 (satu) bundel
Perihal : Permohonan penertiban kembali d/h Sertifikat Hak Gunan bangunan No.30 Kelurahan Lebak Siliwangi surat ukur tanggal 02/09/2010 No.00004/2010 Luas 19.640 M2 tanggal 3 September 2010 Kepada Yayasan Badan Perguruan Sekolah Menengah Kristen Jawa Barat (Yayasan BPSMKJB) berkedudukan di Bandung.

Kepada Yang Terhormat, 
Kepala kantor Pertanahan Kota Bandung
Jl. Soekarno Hatta No. 586 Bandung

Dengan hormat,
Perkenankan kami, Soekendra Mulyadi, Toto Lukito Sairoen dan Prof. Dr. KH. Said Aqil Siradj, MA secara berturut dalam kedudukan selaku ketua, sekretaris dan dewan pembina yayasan Badan Perguruan Sekolah Menengah Kristen (BPSMK JB) yang berkedudukan hukum di Jalan Ir. H. Juanda Nomor. 93 Bandung, dengan ini hendak mengajukan permohonan penertiban (kembali) sertifikat hak guna bangunan tanah Jl. Ir. Juanda 93 Bandung atas nama Yayasan Badan Perguruan Sekolah Menengah Kriten Jawa Barat (BPSMK JB). Selanjutnya disebut pemohon.

Bahwa permohonan ini diajukan atas dasar serta alasan sebagai berikut: 
1. Bahwa tanah dan bangunan yang terletak di Jl. Ir. H. Juanda No 93 Bandung tersebut diperoleh pemohon dari pelepasan hak atas aset bekas milik asing sesuai surat Menteri Keuangan cq Pgs Direktur Jenderal Anggaran No: S-6712/MK:/2003 Tanggal 19 Desember 2003;


2. Bahwa terkait dengan pelepasan hak atas aset bekas milik asing di Jl. Ir. H. Juanda No 93 Bandung tersebut, Menteri Keuangan RI telah menegaskan dan mengakui bahwa aset bekas milik asing yang terletak di Jl. Ir. H. Juanda No 93 Bandung (dh. Jl. Dago No 81) Bandung telah beralih kepemilikannya kepada Yayasan BPSMK JB dengan pembayaran uang kompensasi kepada negara sebesar.

Surat permohonan penerbitan kembali HGB atas nama BPSMK JB 237/pdt/2003/PT. Bdg. dan/atau putusan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat No. 472/Pdt. G/2011/PN JKT Pst.

Bahwa mengingat permohonan ini diajukan atas dasar serta alasan yang benar dan bukti-bukti yang cukup menurut hukum, maka dengan segala hormat mohon dapat untuk diterima dan dikabulkan sebagai mana mestinya.
Demikian, terima kasih.

Hormat Kami
Pengurus Yayasan BPSMK JB

Soekendari Mulyadi (Sekretaris Yayasan BPSMK JB)
Toto Lukito Sairoen (Ketua Yayasan BPSMK JB)
Prof. Dr. KH. Said Aqil Sirodj, MA (Pembinan Yayasan BPSMK JB).


Demikian petikan suratnya. Realita ini sungguh pahit dirasakan bagi warga Nahdhiyin, orang yang dianggap mampu memberikan hal-hal keagamaan islam dengan menjaga suasana kesejukan tapi malah membuat umat menjadi panas kepadanya. Masya Allah..
SAS telah merusak kepercayaan umat dan ulama-ulama yang menunjuknya sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) untuk mengurus hal-hal keislaman tapi malah ia mengurus kepentingan untuk agama lain. 

Inilah juga sebagai akibat salah dalam menempatkan makna toleransi, toleransi beragama bukan demikian caranya tapi adalah hidup dengan saling menjaga kerukunan dan menghormati antar umat beragama dan nilai-nilai yang ada padanya. "Lakum dinukum waliyadin". (yma)

No comments

Powered by Blogger.