Bersama Kami di Auliya Travel

Selain Musibah, Gempa Di Waktu Shubuh Juga Pertanda Rakyat Akan Seperti Ini


Mudhiatulfata.net - Ungkapan di atas telah disebutkan dalam kitab-kitab klasik milik ulama-ulama Aceh tempo dulu. Kitab klasik yang bersandarkan pada Alquran dan Alhadis dengan berbagai naskah kuno (tempo dulu) ternyata banyak mengungkapkan berbagai masalah dan peristiwa yang terjadi.  

Gempa yang berkekuatan 6,4 SR menghentak Aceh di pagi hari saat waktu Shubuh tadi, terjadi tepatnya di kedalaman 10 Km (18 km timur-laut) Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, juga dirasakan oleh warga hingga ke Aceh Tamiang.
Mengenai gempa ini, tersebut di dalam kitab dimaksud yang masih disimpan dengan baik oleh sang kolektor naskah kuno Aceh, Tgk Tarmizi A Hamid (dipanggil dengan sebutan Cek Midi). 

Menurutnya, masalah gempa ini ada disebutkan dalam naskah-naskah kuno masa kesultanaan Aceh Darussalam. Kitab-kitab yang menyimpan berbagai naskah juga mencatut berbagai ilmu dan informasi, baik tentang ilmu siasat, mujarabat, alamat atau tanda-tanda dan sebagainya, salah satunya tentang bab gempa.

"Bab bermula jika pada bulan Rabiul Awwal gempa pada ketika Shubuh alamat akan kacau balau dan lapar dalam negeri itu padanya. Jika ketika shubuh alamat akan lapar dan masalah rakyat dalam negeri padanya." Ungkap Cek Midi, seperti yang dikutip dari aceh.tribunnews.com (Rabu, 7/12/2016).

Menurutnya, dalam Tajjul Muluk, pada Bab Gempa banyak disebutkan perkiraan alam atau ramalan-ramalan gempa. Dan kitab-kitab kuno yang ada pada koleksi Cek Midi itu merupakan kitab-kitab ternama di abad 18.

Cek Midi juga mengatakan para ulama terdahulu dan orang-orang zaman yang umumnya para sufi, sesungguhnya bukan meramal kejadian, namun mereka merekam jejak peristiwa terdahulu sebagai catatan-catatan sejarah.

"Jadi jangan disalah arti sebagai ramalan tidak menentu, ini catatan-catatan para orang terdahulu dari peristiwa yang sudah dialami. Jangan salah memahami ini," pungkasnya.

Ramalan itu disebutkan dalam beberapa momentum waktu di mana gempa terjadi. Beberapa orang meyakini itu sekedar ramalam orang terdahulu di Aceh yang dituturkan dalam syair dan beberapa bait-bait soal gempa. Ini menandakan gempa yang terjadi di Aceh sudah berulang sejak zaman dahulu. 

Tambahan dari redaksi mudhiatulfata.net, mengenai benar atau tidaknya alamat sesuatu itu, tentu sebagai muslim wajib percaya kepada Allah zat yang maha kuasa dan yang maha mengetahui, dengan kekuasaanya telah menciptakan sesuatu kepada hambanya dengan berbagai tanda-tanda untuk dapat berfikir. [admin]


Baca juga :
- Warga Aceh Jaya Peringati Milad GAM Ke-40 & Kibarkan Bintang Bulan, Berlangsung Khidmat dan Sukses

No comments

Powered by Blogger.