Bersama Kami di Auliya Travel

Video, Pesan Mantan Menteri Perdagangan GAM Kepada Muzakkir Manaf & TA Khalid : Tegakkan Akidah Aswaja dan Bangun Bangsa


Mudhiatulfata.net, Singapore - Tidak lupa lawatan dan kunjungan Mualem dilakukannya ke berbagai tempat dan kepada sesepuh atau tokoh-tokoh Aceh. Sebelumnya mantan Panglima GAM ini memang diketahui telah membuat hubungan khusus dan akrab dengan para alim-ulama, seperti penandatanganan perjanjian tuntutan akidah Ahlussunnah Waljamaah dalam Parade Aswaja tahun 2015 lalu di Makam Syiah Kuala dan berbagai kunjungannya kepada dayah-dayah dengan pemberian sumbangan untuk dayah serta anak-anak yatim.

Gambar screenshot postingan TA Khalid di Sosmed
Seperti kali ini juga, Muzakkir Manaf yang akrab disapa Mualem bersama pasangannya TA Khalid dan rombongan dalam kunjungan ke salah seorang tokoh sepuh GAM yakni Mantan Menteri Perdagangan GAM atau akrab disebut sebagai Meuntroe Amir (Amir Rasyid bin Mahmud) di Bright Vision Hospital Singapore. Oleh sang meuntroe ini juga memesankan kepada Mualem agar benar-benar menegakkan amanah di negeri serta dapat mewujudkan akidah agama Ahlussunnah Waljamaah (Aswaja) sesuai mazhab Syafi’iah.

Sebagaimana dikutip dari akun medsos TA Khalid tanggal 2 Januari 2017, mempostingkan video saat kunjungannya ke tempat dimaksud, menulis pesan status dari sang Meuntroe Amir.

Gata "Muzakir" Panglima...
Harus tadeong beukeng, harus tapethen droe demi marwah bangsa teuh.
Utamakan kepentingan Nanggroe daripada kepentingan droe teuh,.
Aswaja harus kembali jaya & mesyuhu lage masa indatu teuh. 
@Nasehat Mentroe Amir untuk sang Pang5.”

Demikian selengkapnya seperti ungkapan dalam video (yang direkam Minggu, 1/1/2017), oleh Meuntroe Amir menjelaskan tentang akidah agama dan amanah nanggroe agar dapat diwujudkan.

Seperti ungkapan dalam video ini :


Semakin banyak saja para tokoh dan ulama-ulama memberikan dukungan dan amanah kepada Mualem agar kelak Aceh dapat meraih semua cita-cita yang diharapkan, seperti halnya mentroe ini.

Peudong Ahlussunah Waljamaah yang bermazhab Imam Syafi'i (di Aceh) karena nyan nengui geutanyoe wahai panglima meutuah,” ujar Meuntroe Amir kepada Mualem.

Meuntroe yang memesankan kepada Mualem agar dapat menegakkan akidah Ahlussunnah Waljamaah yang bermazhab Syafi’i di negeri Aceh karena itulah pakaian kita di Aceh.

Kemudian pesan tersebut disambut baik oleh Mualem dengan sikap rendah hati, menjawabnya :
Insya Allah, Meuntroe, nyoe ka kamoe peujak.”


Meuntroe Amir telah sebulan terakhir ini harus menjalani perawatan di rumah sakit. Turut hadir dalam rombongan tersebut antara lain, Sa'auddin atau akrab disapa Apa 'Ad, Mahdiah Malaya, Apa Din, Apa Saad, Ketua Penengah Mualem-TA Nagan Raya Tgk. Samsuar, serta pengurus DPP Rakan Mualem dan sejumlah lainnya.
               
Peran Mualem selama ini dalam hal akidah tampak semakin serius dengan berbagai penandatanganan surat pendeklarasian akidah dan kunjungan ke dayah-dayah. Seperti diketahui juga sebelumnya baik di tingkat provinsi maupun kabupaten /kota di Aceh sudah digelarnya pendeklarasian untuk penguatan akidah Ahlussunnah Waljamaah dengan mazhab Assyafiiah. 
Hal tersebut sungguh menandakan apa yang ingin diinginkan atau dicita-citakan masyarakat Aceh kedepan agar benar-benar serius dicapai oleh pasangan Mualem dan kenderaan Partai Aceh. [admin]

No comments

Powered by Blogger.