Buntut Mendukung Ahok, Akhirnya Ulama Aceh Pun Angkat Bicara & Seluruh Pengurus PCNU Abdya Mengundurkan Diri


Mudhiatulfata.net - Ternyata NU kian bergejolak pasca sikap PBNU Pusat yang mendukung pasangan Cagub DKI Jakarta yang notebennya sebagai Non Muslim dan juga sebagai terdakwa kasus penistaan agama. Hal tersebut terungkap sebagaimana telah memenuhi lembar berita berbagai media cetak dan media-media online.

Bahkan permasalahan yang mendukung Ahok sang penista agama juga telah membuat ulama-ulama di Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) turut serta angkat bicara dan menilai apa yang dilakukan Ketum PBNU Pusat sudah tidak sesuai dengan ajaran dan aspirasi umat islam.

Secara meluas, tidak hanya di tingkat Provinsi DKI Jakarta dan daerah-daerah lain saja tapi sikap dan kekecewaan serupa kali ini juga turut dilakukan oleh warga nahdhiyin dan Pengurus Cabang NU di Abdya atas ketidak setujuan kepada pengurus PBNU Pusat.

PCNU di Abdya kompak menyatakan sikap mengundurkan diri dari pengurus NU cabang Abdya. Pernyataan itu disampaikan dalam konferensi pers sebagai aksi protes terkait sikap Ketua Umum Besar Nadhatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siroj yang mendukung Ahok, di Cafe Lauser Kota Blangpidie. (Minggu, 16 /4/2017).

Hadir dalam konferensi pers PCNU Cabang Abdya, Tgk Abdurahman Badar sebagai Ketua Mutasyar, Ketua Syuriyah Tgk Armisli dan Sekretaris Tgk Amirman Adnan, Dewan Tanfiziyah Husaini Haji dan Sekretaris Tgk Husairi serta Tgk Muhammad Dahlan dan Tgk Junaidi sebagai anggota.

Seraya mengatakan, PCNU mengundurkan diri dari NU Cabang Abdya karena menyikapi apa yang telah dilakukan oleh PBNU Pusat tidak terlepas dari politik yang intinya berkaitan dengan pendukungan terhadap pasangan Cagub DKI, Basuki Tjahaya Purnama alias Ahok Djarot.

“Yang kita ketahui Ahok ini adalah seorang kafir yang sudah terang-terangan menghina Al-Quran sebagai pedoman hidup umat Islam. Ketika kita dihina tidak mungkin kita mendukung kafir, dan kami di Abdya merasa kecewa dengan kisap PBNU pusat. Dan kami mengundur diri dari PCNU Abdya,” kata Tgk Armisli.

Tgk Armisli mengakui dirinya sangat tidak setuju dengan sikap PBNU pusat. Menurutnya tidak ada alasan jika umat islam mendukung Ahok. Jelas Ahok adalah seorang kafir yang telah menghina Al-Quran sebagai pedoman hidup umat islam.
Yahudi dan Nasrani itu sama sekali tidak senang kepada orang-orang Islam, jika Ahok terpilih menjadi peminpin pasti islam akan runtuh dan kita akan hancur,” paparnya.

Sikap kompak masing-masing pengurus tersebut yang mundur dari kepengurusan PCNU, diambil karena dianggap hal itu sangat khusus dan menyentuh sikap para PCNU Abdya agar tidak terjurumus dalam golongan kafir dan ini sangat erat kaitannya dengan akidah.

“Sikap mundur dari PCNU memang tidak berpengaruh terhadap Pilkada DKI, namun ini bukti kami membela Islam dan pemimpin Islam. Setidaknya di akhirat Allah SWT tahu PBNU Abdya menolak kafir jadi pemimpin,” tegasnya.
Disebutkan, selaku umat Islam saat berhadapan dengan kafir, tidak mungkin membela orang kafir, yang harus dibela harus orang Islam. Bukan seperti yang dipertontonkan oleh PBNU Pusat yang mendukung kafir. Ketua sudah mengajak umat untuk mendukung Ahok yang masih kafir dan ia pun telah menabuh perang terhadap Islam dengan menghina Alquran dan Ulama.
“Kami berpikir itu taktik masuk ke kelompok Ahok sebagai siasat politik untuk mengalahkan, ternyata serius sekali tidak ada tanda tanda mundur membela kafir,” jelasnya terkait alasan kenapa baru mundur sekarang.

Sementara itu Tgk Muhammad Dahlan yang juga menjabat Ketua MPU Abdya menyatakan secara pribadi sangat tidak setuju ideologi Ketua PBNU Pusat. Dasarnya, pertama Surat Albaqarah yang intinya sama sekali tidak senang Yahudi dan Nasrani terhadap Islam. Kedua, ia mengutip hadis Nabi yang mengatakan, “saya khawatir umatku lahir pemimpin-pemimpin menyesatkan umat yang menginjak ajaran Islam.”

Ditambahkan, pemimpin adalah pengganti para Nabi menjaga syariat Islam dan politik di dunia yang islami. Bila ada pemimpin yang membela kafir dari pada Islam, maka Islam akan runtuh dan umat Islam akan kacau. “Pemimpin yang begitu jangan diikuti,” tegasnya.

Kemudian juga oleh Tgk Junaidi menyebutkan, tidak boleh lemah dengan kafir. Bila diam, berarti sudah setuju dengan sikap mareka yang melemahkan Alquran. Sekretaris PCNU Abdya Tgk Asyari menyatakan sikap Said Aqil sangat menyinggung perasaan umat Islam terutama di Kabupaten Abdya, karena lebih memilih kafir dari pada Islam untuk memimpin Jakarta.

Mundurnya seluruh pengurus NU Abdya kini karena sikap Ketua PBNU Pusat yang telah melanggar ADRT NU secara umum terutama sikap dan ucapan yang merendahkan NU di mata umat. Mundurnya seluruh PCNU Abdya sudah disampaikan kepada Ketua PCNU Abdya H Husaini Haji yang berhalangan hadir karena sedang berada di luar daerah. Pada intinya semua sepakat mundur.

“Saya disuruh menghadiri konferensi pers oleh ketua untuk menyatakan membubarkan diri dari NU,” tuturnya.

Ia berharap, mundurnya PCNU Abdya bisa ditiru oleh seluruh PCNU yang ada di Aceh dan Indonesia karena sikap ini adalah bentuk penolakan terhadap BPNU Pusat. [yma]

Powered by Blogger.