Bersama Kami di Auliya Travel

Kekalahan Sunan Kalijodo, KH Said Aqil Pun Digugat Mundur Karena Mencoreng Citra NU


Mudhiatulfata.net - Sebenarnya kekalahan Ahok adalah kemenangan bagi umat islam dan merupakan anugerah yang Allah berikan mengingat berbagai hal dan fitnah terjadi kepada umat islam yang selalu disudutkan dan disalahkan.

Namun anehnya ternyata kemenangan umat islam ini tidak sebahagia yang dirasakan oleh pengurus PBNU pusat yang notebennya sebagai ormas islam terbesar di Republik ini telah terbukti mendukung dan memberikan lampu hijau kepada pasangan Ahok-Djarot baik langsung maupun tidak langsung.

Dukungan yang diberikannya tampak kental sekali saat dalam kunjungan pasangan Ahok bersama rombongan ke tempat PBNU yang diterima mesra. Bahkan saat itu pula Ketum PBNU menganggap Ahok sebagai orang yang paling NU dan cawagubnya Djarot Saiful Hidayat sebagai santri NU. Belum lagi penggelaran nama kebesaran sebagai Wali atau Sunan non muslim, tapi sayangnya hal dan kemesraan serupa ternyata tidak diberikan pada pasangan selainnya.

Baca juga : Buntut Mendukung Ahok, Akhirnya Ulama Aceh Pun Angkat Bicara & Seluruh Pengurus PCNU Abdya Mengundurkan Diri

Akibat yang terasa adalah nama baik NU kini turut tercemar dan dilecehkan umat islam karena kesalahan dalam bersikap yang ternyata tidak sesuai dengan aturan islam (menghalalkan kepemimpinan Non Muslim dan mendukungnya) dan hal ini melanggar hasil kesepakatan yang telah disepekati pada mukhtamar NU sebelumnya.

Sikap ketidak-bijaksanaan sang Ketum PBNU KH Said Aqil Siradj (SAS) yang mendukung terdakwa penista agama pada Pilgub DKI mendapat evaluasi serius dari internal organisasi dan warga NU.
Sebab, selain mencoreng kehormatan NU, dukungan dan pembelaan nekat SAS kepada Basuki Tjahaja Purnama, juga telah menimbulkan perpecahan di dalam tubuh NU dan umat Islam.

Dalam kaitan ini, sebelumnya juga SAS pernah digugat oleh alim ulama NU se Jawa Timur atas sikap dan kebijakannya menentang dan melenceng dari kesepakatan Mukhtamar NU.

Dan untuk kali ini seperti yang dilansir situs Satuindo.com, menyampaikan pandangan Ketua Progres 98 Faizal Assegaf dengan keterangannya, (Rabu,19/4/2017).

"Aqil Siradj harus bertanggungjawab dengan segala manuver politik pragmatis yang telah membuat jutaa umat Islam terluka. Bahkan perlu mempercepat agar dirinya turun dari jabatan Ketum PBNU," kata Faizal menyarankan.

Pelanggaran serius yang dilakukan oleh SAS, sebut Faizal, adalah berbagai pernyataannya yang acap kali menyiram luka dan menyiris hati umat islam. Bahkan bertindak menjadi motor penggerak bagi PPP dan PKB, partai berbasis massa Islam, untuk mendukung Ahok.

"Sikap Aqil Siradj tidak bisa dibiarkan, sebab tindakan membala penista agama telah menimbulkan daya rusak yang serius bagi persatuan umat Islam di Pilgub DKI Jakarta," imbuh Faizal.

Menurut Faizal, NU sebagai organisasi islam terbesar di Tanah Air ini perlu diselamatkan dari kehancuran.

"Para Kiai, ulama dan pengurus NU harus mengambil langkah-langkah tegas untuk menyelamatkan NU dari kepemimpinan Aqil Sirad. Termasuk meminta yang bersangkutan untuk bersikap transparan atas munculnya tudingan mahar politik dalam membela Ahok," tukasnya.[admin]
Powered by Blogger.