(Video) Astagfirullah, Ancam Bunuh Menteri, Demo Warga NU Ini Ternyata Lebih Radikal dari FPI


Mudhiatulfata.net - Sebenarnya tidak ada masalah dengan demo selama apa yang diperjuangkannya untuk kebaikan dan kemaslahatan umat. Juga dapat dilakukan secara tertib dan tidak melanggari segala aturan yang berlaku.

Apa lagi yang didemo itu seperti penolakan terhadap Full Day School (FDS), sangat tepat dirasa untuk generasi bangsa agar dapat memperoleh masa belajar dan pendidikan yang sempurna di sekolahnya.

Lalu siapa juga orangnya yang suka teriak-teriak di Sosmed mengatakan ulama kok berdemo? Ulama apa itu?

Yang menggelitik disini adalah Ketua Umum PBNU, Said Aqil Siradj sepertinya telah menjilat ludah sendiri dengan mengajak warga nahdliyin agar melakukan demonstrasi untuk menolak sekolah lima hari (full day school).

Padahal sebelumnya saat umat islam yang turun ikut berunjuk rasa pada Aksi Bela Islam (ABI) di 212, ia menolaknya bahkan dengan tegas pula melarangnya.

“Demo itu tidak ada manfaatnya alias mubazir. Bila ada sesuatu atau aspirasi sampaikan secara bermartabat dan langsung, tidak model seperti ini demo demo,” demikian tegas Aqil Siradj menjawab ABI yang lalu.

Herannya mengapa ia sekarang telah berlaku plin-plan tidak istiqamah dengan perkataan sebelumnya untuk menurunkan warga Nahdiyin melakukan demo besar-besaran menuntut pemerintah dengan menolak kebijakan FDS.

Mengapa pula hal sekolah 5 hari diributkan? Mengapa dulu agama dan kitab suci islam yang di lecehkan ia diam saja? Dulu suka menyinyir para peserta demo ABI, tapi sekarang kok malah menginstruksikan gelar aksi?

Sangat naif Said Aqil Siradj yang dulu melarang demo yang dilakukan oleh orang lain tapi kalau untuk kepentingan dan prakarsanya ia malah membolehkan dan mengajak seluruh warga NU untuk berdemo, sebagaimana yang ada didalam video berikut ini :


Jika melihat video tersebut, lalu coba bandingkan dengan video 212 yang menuntut keadilan atas penista Al-qur'an oleh Ahok, kira-kira mana yang lebih berakhlak dan lebih elegan disebut radikal?

Demo ala (oknum) warga NU
Bunuh, bunuh, bunuh menterinya, bunuh menterinya sekarang juga. (Padahal menterinya adalah orang islam, yang hanya menerapkan program FDS yg menurutnya bagus dan tak ada indikasi menistakan agama Allah apalagi kitab sucinya).

Demo ala (oknum) warga FPI dan peserta ABI
Tangkap, tangkap, tangkap si Ahok, tangkap si Ahok sekarang juga (pelakunya China kafir), terbukti secara hukum, baik secara hukum agama maupun hukum negara sebagai penista agama islam.

Akibat dari itu sekarang sebagian besar masyarakat di Republik banyak yang sadar bahwa Said Aqil Siradj tidak lagi cerdas dan banyak yang meninggalkannya, termasuk juga kaum nahdiyin sendiri.

Dari tindakan di video tersebut menimbulkan kesan miris yang mengganjal perasaan muslimin, apalagi yang melakukan demo itu sebagian besar adalah kaum santri NU.
Mengapa tidak mencerminkan akhlak seorang santri?
Bukankah santri lebih mengedapankana akhlak daripada ilmu? Mengapa harus jingrak-jingkrak, joget-jogetan sambil teriak, (bunuh-bunuh-bunuh menterinya, bunuh menterinya sekarang juga).

Kalau begini realitanya, fakta memang terasa pahit membuktikan bahwa warga NU mungkin lebih radikal jika dibandingkan FPI, ternyata yang goblok itu ialah dia yang tidak jenggotan, gamisan dan lain-lain. [yma]

No comments

Powered by Blogger.