(Video) Jasa dan Peranan Habib Rizieq dalam Mempersatukan Bangsa, Terkhusus Aceh Sebagai Abang di Nusantara



Mudhiatulfata.net - Semua tahu bahwa ia adalah seorang yang berjasa menanam kecintaan kepada tanah air ini, semua pun bahwa ia merupakan orang yang lahir dari sosok seorang pejuang kemerdekaan di Republik ini. 

Dialah orang yang mempunyai jiwa raga yang luhur terhadap bangsanya Indonesia. Tapi adakalanya perjuangannya itu tidak dilihat bahkan dipandang sebelah mata oleh sebagian orang-orang yang membencinya, karena tampilan ia yang islamis yang membawa misi suci agamanya dan kerap dianggap radikal.

Termasuk di antaranya media-media sekuler serta liberal yang selalu menyudutkan peran dan segala aktivitasnya saat melakukan bakti sosial dan amar ma'ruf. Tapi yang tampak pada media-media tersebut hanyalah nahi mungkar dan perbuatan-perbuatan miring baik yang dilakukan oleh pribadinya maupun oleh para laskar ormas FPI nya.

Mungkin patut jika para pembenci Habib Rizieq disebut sebagai orang yang khianat atau munafik yang selalu menutup-nutupi dan menghalangi gerak langkah yang diperjuangkannya.
Lepas dari sifatnya sebagai manusia yang tidak sempurna, yang banyak memiliki kekurangan dan kesalahan namun apa yang ia upayakan adalah membawa kesucian agama islam agar tetap terjaga. 

Padahal kalau mau jujur dan adil melihat, tidak dapat dipungkiri betapa kecintaaan sang Habib Rizieq ini kepada negaranya, sebagai contoh sampai-sampai rakyat Aceh yang dimotori GAM telah siap secara fisik dan materi untuk memerdekakan diri dan pisah dari Negara Kesatuan Repulik Indonesia (NKRI). 
Tapi berkat seruan dan permohonannya kepada alim ulama dan umat islam di Aceh, dengan menyebut panggilan Abang tertua kepada Aceh diharapkan tidak meninggalkan Adik-adiknya (Indonesia) di Nusantara ini.

Menurutnya, jika ada kesalahan dan ketidak-adilan yang dilakukan Pemerintah dalam membangun NKRI, ketahuilah bahwa kita semua bersaudara maka berbagilah permsalahan tersebut agar kita semua dapat sama-sama menuntut atau memperjuangkan kembali hak dan keadilan dimaksud.

Selengkapnya dapat dilihat pada video di bawah ini yang direkam saat ia berkunjung dalam rangka Maulid Nabi pada Desember 2016 lalu di Banda Aceh :


Dari video tersebut terbukti kesungguhannya dalam berbuat dengan semangat yang berapi-api membawa rakyat Aceh agar memahami akan kondisi bangsa dan mengajaknya kembali bersatu dalam rumah besar bangsa ini (Indonesia).

Berikut di bawah ini beberapa lembar foto saat keakrabannya di depan para tokoh ulama-ulama besar di Aceh. 
Empat orang ulama yang berkharisma ini merupakan ulama-ulama dayah (pondok pesantren) yang juga tergabung dalam HUDA Aceh. Dan di antaranya juga merupakan ulama sepuh yang dituakan serta disegani oleh rakyat Aceh.


Bersama Abu Mudi

Bersama Abu Ulee Titi

Bersama Abu Kuta Krueng 

Bersama Abu Tumin

Dari bukti perjalanan dan pertemuan ke Aceh ini, tersebutlah begitu besar upaya perjuangan dan pengorbanannya dengan jasa mencerahkan rakyat Aceh kepada negara kesatuan. 
Tapi sangat disayangkan tatkala ada sekelompok orang-orang di Republik ini yang justru menyia-nyiakan ketulusannya dalam memperjuangkan bangsa ini agar tetap kokoh dan utuh sebagai bangsa yang memiliki kepribadian agama dan berperadaban. 

Satu yang perlu diketahui bahwa Aceh adalah negeri yang berpenduduk 99% muslim penganut Aswaja. Rakyat Aceh pun dikenal identik dengan islam serta fanatik kepada ulamanya. 
Apabila ingin mempersatukan rakyat Aceh maka dekati ulama dan serukan syariat nabi agar dapat tegak pada bangsanya. Apabila itu telah dilakukan maka insya Allah rakyat Aceh akan mengikuti dan mengaminkannya. 

Sebagai akhir tulisan ini, apa yang telah diupayakan sang habib ini maka tepat, dan semoga apa yang dia cita-citakan dapat terkabul adanya sebagaiman apa yang diharapkan oleh seluruh umat islam di republik ini. [admin]

No comments

Powered by Blogger.