(Video) Heboh.. Membanggakan Umat Islam, FPI Siap Berangkatkan Laskar dan Relawan ke Rohingya, Myanmar


Mudhiatulfata.net - Langkah FPI yang akan mengirimkan pasukan ke Myanmar untuk membantu Etnis Muslim Rohingya sungguh mengejutkan kaum pembenci (hatters) FPI. 

Para hatters yang selalu saja memandang sinis, sentimen dan antipati terhadap semua gerak langkah perjuangan FPI, seperti halnya untuk kali ini FPI yang siap peduli Rohingya, sangat membuat pembenci semakin gusar. Namun maaf, tulisan ini tidak membicarakannya.

Sebagaimana informasi yang diangkat oleh beberapa media tentang pembukaan posko penerimaan relawan guna berjihad ke Myanmar oleh FPI. Mereka yang membuka pendaftaran penerimaan relawan untuk membantu saudara-saudara umat islam di Myanmar diantaranya FPI Aceh, FPI Pasuruan dan Klaten telah membuka pendaftaran relawan yang berniat ke Myanmar membela etnis Rohingya yang dianiaya rezim junta militer dan ekstremis Buddha di negeri itu.

Menurut informasi yang dikutip dari sejumlah media, untuk persyaratan berjihad tersebut, menurut Ketua FPI Klaten memperkirakan perlu biaya sekitar Rp20-30 juta per orang untuk biaya perjalanan dan bekal selama hidup di sana. 
“Kalau bersungguh-sungguh, insyaAllah nanti juga akan ada donatur," kata Ketua FPI Klaten Suyadi Al Abu Fatih, kepada Tempo.com (Senin, 4 September 2017).

Namun tidak sembarang orang bisa mendaftar. Ada persyaratan khusus yaitu pria berusia 21-40 tahun. Sedangkan yang berumur antara 17-20 tahun tapi masih juga nekad ingin berkontribusi nyata terhadap muslim Rohingya wajib melampirkan surat izin dari orang tua atau wali.

Berikut ini beberapa video menjelang persiapan para laskar dan relawan FPI yang akan diberangkatkan ke Myanmar :

 

Selain di posko, formulir itu juga bisa diunduh melalui media sosial Facebook di akun FPI. Calon relawan jihad (jihadis) ke Rohingya yang memenuhi kriteria juga harus sehat jasmani dan rohani atau telah melengkapi persyaratan akan segera dikirimkan ke FPI pusat di Jakarta untuk mengikuti pembekalan mental, fisik, dan tenaga dalam.

Pelatihan dan pembekalan para relawan jihad Rohingya diberikan oleh FPI pusat di Jakarta, sedangkan di wilayah hanya menghimpun relawan dan memfasilitasi saja sampai ke Jakarta.
    

Sementara menurut salah seorang simpatisan FPI dari Kecamatan Juwiring, Klaten, Indra, 31 tahun, mengaku siap berangkat ke Myanmar sebagai relawan jihad untuk Rohingya. Ia mengaku tak khawatir soal dana. "Insya Allah akan ada jalan,” kata karyawan swasta itu. Ia yakin akan relawan yang secara fisik tidak bisa berangkat tapi turut menyumbangkan sebagian hartanya.


Untuk pembukaan posko relawan jihad untuk Rohingya, kata Suyadi, merupakan  inisiatif FPI Klaten yang merasa terpanggil untuk meringankan beban warga Rohingya secara langsung, bukan instruksi dari Dewan Pimpinan Pusat FPI. Menurutnya, baru FPI Aceh dan Pasuruan, Jawa Timur, yang membuka pendaftaran jihad untuk Rohingya dan semua baru sebatas menggalang dana.

Masih menurut Suyadi, tanggal 3 September 2017 kemarin FPI Klaten mengumpulkan dana untuk etnis Rohingya sekitar Rp15 juta. Penggalangan dana masih akan dilanjutkan hingga Ahad pekan depan. Dan seluruh dana yang terkumpul kami transfer langsung ke FPI Pusat untuk disalurkan kepada muslimin di Rohingya.

Hal serupa juga diungkapkan oleh Jubir DPP FPI Slamet Maarif, namun lebih lanjut soal persayaratan bagi calon relawan dimaksud, ia juga menjelaskan seperti yang dilansir detikcom, Senin (4/9).

"Kalau itu kan tiap daerah punya persyaratan masing-masing, nanti tinggal pusat yang menyeleksi. Yang jelas, pusat seleksi data di daerah. Pertama harus dapat izin dari orang tua, harus punya kemampuan bela diri, jangan nekat, nggak punya apa-apa mau ke sana?" tutur Slamet.

FPI di pusat nantinya akan menerima rekapitulasi pendaftar dari daerah. Slamet menjelaskan DPP FPI akan menyeleksi serta menginformasikan teknis keberangkatan relawan.
"Sekarang yang di daerah sedang buka pendaftaran. Nanti pas Rabu insya Allah sudah ada kepastian," tutupnya. [yma]

No comments

Powered by Blogger.