Video, Megawati Tidak Bisa Baca Shalawat Nabi, Timbulkan Keheranan Mengapa Demikian?


Mudhiatulfata.net, Padang - Lazimnya sebagai muslim ketika mengucapkan shalawat nabi Muhammad adalah hal yang mudah karena yang sering diamalkan dalam sehari-hari. 

Namun tentu terasa aneh jika ada muslim mengalami kesusahan membacanya atau tidak tepat pengucapannya. Seperti baru-baru ini terjadi kepada Megawati Soekarnoputri saat memberi ceramahnya di Auditorium Universitas Negeri Padang (UNP) Sumatera Barat, (Rabu, 27/9/2017).

Mantan Presiden ke-5 Republik Indonesia yang memperoleh gelar kehormatan Doktor Honoris Causa dari Universitas Negeri Padang ini dianugerahkan langsung oleh Rektor UNP, Profesor Ganefri. Dan penganugerahan tersebut juga turut dihadiri oleh mantan Wakil Presiden Republik Indonesia Profesor Boediono, Menko PMK Puan Maharani, dan jajaran menteri Kabinet Kerja.

Dalam pidato ilmiahnya, Megawati membahas tentang universitas menjadi pusat kajian dan penelitian yang mampu berkontribusi pada kebijakan pemerintah dan menyejahterakan rakyat.

Namun tidak disangka, pidato tersebut jadi cacat saat Megawati membacakan shalawat Nabi Muhammad Shalallahu Alaihi Wasallam. Disengaja atau tidaknya, justru yang terdengar nyaris seperti kata Waisak Alaihi Wasallam. Hal ini dirasa aneh saja ada kata waisak yang disebutnya, waisak yang dikenal dalam agama Hindu.

Kejadian keseleo atau tidak bisa membaca dengan fasih, sehingga mengundang tanda tanya para tamu dan hadirin yang mencibirnya. Ada apa ini dan mengapa hal tersebut bisa terjadi demikian?

Sebagai seorang doktor hal tersebut dirasa aneh, karena doktor itu orang yang berpendidikan, berwawasan tinggi dan mampu mengucapkan istilah yang lazim dipakai pada semua kalangan.

Berikut video dimaksud :

Tanda tanya tersebut sehingga banyak masyarakat beranggapan mungkin Megawati grogi, atau ada kesalahan penulisan kalimat dimaksud di kertas konsepnya. Apakah memang Allah telah memelintir lidahnya saat menyebut nama Sang Kekasih-Nya, dimana agama yang suci ini pernah disakiti olehnya, ataukah ini pertanda bahwa ia telah menjadi pengikut Hindu? Demikian pertanyaan sebagian masyarakat dan netizen yang menyaksikan pidatonya. [yma]

No comments

Powered by Blogger.