Heboh Telah Diciduk! Penghina Anies-Sandiaga Uno ternyata Seorang Pendeta & Penulis SEWORD


Mudhiatulfata.net - Tidak disangka, kasus yang menghebohkan warganet di sosial media baru-baru ini, ternyata disebabkan oleh para pengumbar kebencian.

Ironis, seorang pendeta yang seharusnya dapat mengajarkan kasih sayang dan menjaga keharmonisan antar umat beragama, tapi ternyata selama ini telah mengumbarkan juga kebencian di tengah persatuan bangsa ini. 

Pendeta Setiyadi, yang juga merupakan seorang penulis situs Seword telah menghina pasangan Anies - Sandiaga Uno sebagai Asu yang bermakna Anjing. 

Sebagaimana yang dikutip dari status fanpage Front Pembela Islam - FPI, (Jum’at, 6/10/2017).

"*BreakingNews* Sudah bertemu sang pendeta bejat, nangis sampai sungkem2, hanya saya memaafkan antar manusia, hukum tetap jalan,
dgn seorang diri saya mengorek kebejatan dan ngaku semua, di saksikan para pendeta GKJ di solo serta pakar hukum intrograsi kepada pendeta Setiyadi asli wonogiri, slogohimo, tinggal di jogya di sebuah gereja GKJ jogya, mengakui sendiri dan minta maaf, hukum tetap berjalan, insyaallah hari ini bersama Tim hukum FPI akan segera melaporkan ke KREMSUS, pendeta ini sangat bahaya."


foto yang telah discreenshot
Kemudian hal tersebut juga ditegaskan oleh ketua FPI Solo, sebagaimana yang disalin dari situs portal-islam.id.

“Alhamdulillah ketangkep juga akhirnya PENDETA BERBAHAYA…..
Sudah bertemu sang pendeta bejat, nangis sampai sungkem2, hanya saya memaafkan antar manusia, hukum tetap jalan, dgn seorang diri saya mengorek kebejatan dan ngaku semua,
disaksikan para pendeta GKJ di Solo serta pakar hukum intrograsi kepada pendeta Setiyadi asli Wonogiri, Slogohimo, tinggal di Jogya di sebuah gereja GKJ Jogya, mengakui sendiri dan minta maaf, hukum tetap berjalan, insyaallah hari ini bersama Tim hukum FPI akan segera melaporkan ke KREMSUS, pendeta ini sangat bahaya.” Ungkap ustad Khoirul Rustam, ketua FPI Solo. 

Sangat disayangkan, Indonesia yang dikenal akan toleransi dan keberagamannya, ternyata akhir-akhir ini dihancurkan oleh oknum-oknum atau kelompok yang anti keberagaman, kebinnekaan. 
Dan hal begini patut dicegah sedini mungkin karena dapat memecah belah persatuan bangsa serta dapat memicu terjadinya konflik antar umat beragama.  [yma]

No comments

Powered by Blogger.