Video. Jamaah Mesjid Nabawi yang Larut dalam Shalawat Maulid, jadi Riuh & Histeris saat Kehadiran Ruh Rasulullah

Ilustrasi
Berdasarkan video tampak para jamaah di Mesjid Nabawi, Medinah Almunawarah diluar waktu shalat mengadakan pembacaan zikir dan shalawat atas kelahiran Baginda Nabi besar Muhammad shallahu alaihi wasallam.
Tampak di antara jamaah selain dari Arab Saudi sendiri juga ada warga negara yang lain seperti dari Pakistan, Indonesia, Thailand. Bahkan dari benua Afrika dan Eropah semua berkumpul membacakannya shalawat dimaksud.

Tatkala sedang konsentrasinya pembacaan shalawat, mungkin tampak oleh beberapa jamaah Ruh Rasulullah hadir, sehingga dapat dilihat jamaah yang sedang larut dalam shalawat menjadi riuh dan histeris dengan antusiasnya mereka lalu menuju tempat dimaksud (tampak bercahaya). 

Berikut videonya :

Sayangnya informasi mengenai kejadian dimaksud masih kurang detail waktu dan kapan terjadinya, sehingga keautentikan peristiwa ini sedikit yang mengetahui dan kurang diliput media-media. Demikian informasi didapat dari pengupoadnya hingga menghebohkan.

Berbicara mengenai kehadiran tersebut, merupakan hal yang wajar jika melihat sejumlah dalil-dalil hadis sehingga oleh para alim ulama dahulu merumuskan akan kehadiran Ruh Suci Rasulullah ke hadapan ummatnya.

Oleh Imam Suyuthi pernah berkata:
Benar-benar bisa ditarik kesimpulan dari hadist-hadis yang sudah terkumpulkan, bahwa Nabi Muhammad shallahu alaihi wasallam adalah Hidup dengan Jasad dan Ruhnya.
Dan beliau bertashorruf / berbuat apapun yang Beliau inginkan di seluruh penjuru bumi dan langit, dan haibah, kewibawaan, keadaan Beliau masih sama persis seperti sebelum wafat.
Dan Beliau tidak terlihat oleh mata, sama seperti para malaikat akan tetapi sebagian dari hamba-hamba Allah yang diberi kemuliaan dan kekhususan akan dibukakan hijab/ penutupnya oleh Allah ta'ala sehingga bisa melihat Nabi Muhammad SAW secara terjaga / langsung.
[ﺍﻻﺟﻮﺑﺔ ﺍﻟﻐﺎﻟﻴﺔ / ص ١٣٨ / ﺩﺍﺭ ﺍﻟﻌﻠﻮﻡ ﺍﻻﺳﻼﻣﻴﺔﺗﺄﻟﻴﻒ : ﺍﻟﻌﻼﻣﺔ ﺍﻟﺪﺍﻋﻲ ﺍﻟﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﺍﻟﺤﺒﻴﺐ ﺯﻳﻦ ﺑﻦ ﺳﻤﻴﻂ]

Mengenai kehadiran Ruh Nabi shallahu alaihi wasallam, hal itu merupakan perkara gaib yang tak bisa dibahas dalam syariah, hal itu relatif dan tidak mustahil. Apabila syaitan saja dipercaya bisa hadir dimana mana, lalu mengapa Rasulullah tak bisa hadir dimana-mana? 


Perjalanan sejarah maulid di Haramain

Perjalanan panjang sejarah maulid di Haramain menurut keyakinan Tim Mudhiatulfata.netsesuai hasil penelusuran dari sejarah dahulu bahwa penggelaran peringatan Maulid Nabi dengan membaca shalawatan di Mekkah dan Medinah sebenarnya sudah ada jauh semenjak adanya negara Arab Saudi di abad 19 atau 20 M yang berkonspirasi dengan Inggris Raya (Barat / Yahudi) pasca membrontak dari kekhilafahan Turki Usmani.

Namun saat Kafilah Arab yang dipimpin oleh Tuan Suud, mereka membentuk negara dalam bentuk monarki atau kerajaan Arab Saudi dan berkuasa dengan mengangkat ulama yang berpahaman Wahabi (Syeikh Muhammad bin Abd Wahab) sebagai mufti kerajaan.
Maka saat itu Maulid Nabi dihapus keberadaannya di seluruh wilayah kekuasaannya karena dianggapnya sebagai sebuah hal yang penuh kesyirikan.

Penghapusan tersebut tidak lain sebab karena anggapan mereka memuji-muji dan menyanjung Baginda Nabi Muhammad shallallahu aalihi wasallam sebagai manusia agung adalah sebuah kesyirikan.
Disamping mereka yang juga menghancurkan segala peninggalan Rasulullah (rumah orang tua, istri dan para sahabatnya). Masya Allah! Sungguh sebuah kebodohan yang terjadi pada mereka.

Padahal yang sebenarnya itu adalah mereka telah dihasut oleh orientalis barat (Inggris Raya \ Yahudi) saat itu untuk mmbuat islam hancur dan terpecah belahkan dari dalam dengan cara membuat umat islam saling menyalahkan amaliah dari kelompok umat islam yang satu dengan yang lainnya. [yma]

No comments

Powered by Blogger.