FPI Aceh Keluarkan Seruan Aksi Demonstrasi Peduli Syariat Islam & Menangkap Para Pelacur Online


Mudhiatulfata.net, Banda Aceh - Akibat kecerobohan Gubernur Aceh, drh Irwandi Yusuf, atas kebijakan yang telah mengkotak-katik sistem Qanun Syariat Islam di Aceh, ternyata kian mendapat penolakan dan perlawanan dari seluruh rakyat Aceh.

Berikut video statemen Gubernur Aceh tentang hal dimaksud :



Dari pernyataan tersebut membuat rakyat Aceh kecewa dan marah. Kecaman pun datang dari berbagai kalangan dan komponen masyarakat, termasuk tokoh-tokoh ulama, tokoh adat, masyarakat, mahasiswa serta santri dan juga seluruh ormas-ormas Islam. Tidak ketinggalan Front Pembela Islam (FPI) yang dikenal sangat vokal menyuarakan aspirasi umat islam.

Kali ini FPI Aceh mengeluarkan seruan tegas dan kritis, mengajak seluruh rakyat Aceh untuk dapat turut serta membela agama dan syariat Islam dari rongrongan rezim pemerintah zalim atau orang-orang yang Anti Syariat Islam, (Minggu,15/4/2018).

Seruan ketua FPI Aceh Tgk Muslem Attahiri yang berbahasa Aceh disebarluaskan melalui pesan berantai di media sosial, intinya mengajak umat Islam Aceh untuk tidak berdiam diri atau harus peduli kepada nasib syariat agama ini dengan qanun jinayat yang telah dikibuli oleh Gubernur Aceh atas permintaan Pemerintah Pusat karena ketakutannya kepada HAM dan bakal tidak masuknya para investor Asing.

Lebih lanjut seruan Tgk Muslem menyindir pedas kepada Gubernur Aceh atas kejahatannya seperti melepas-bebaskan para Pelacur Online yang tertangkap dan merubah lokasi hukuman Cambuk ketempat yang tertutup (area terbatas).

Ajakan berdemonstrasi tersebut dalam bentuk aksi damai dijadwalkan hari Kamis, tanggal 19 April 2018 di Banda Aceh yang mengambil tempat titik kumpul yakni di Komplek Makam Syiah Kuala, kemudian di depan Kantor Gubernur Aceh, Gedung DPRA dan Mapolresta Banda Aceh.

Lebih lanjut dalam seruan dimintakan kepada rakyat Aceh agar dapat menginfaqkan amal sedekah atau sesuatu yang dibutuhkan dalam aksi tersebut seperti menyediakan makanan, air, BBM bagi kenderaan bermotor dan sebagainya demi kelancaran peserta aksi.


Gambar yang tersebar di medsos
Selengkapnya dapat dilihat dalam seruannya berikut ini :

“Assalamualaikum wr wb

Krue suemangat bangsa lon..bangsa yg meutuah..
Mate aneuk meupat jrat gadoh syariat ho tamita.....
Lonte ka jipeulheuh..cambuk ka jitoep toep dang dang di peugadoh oleh pemimpin yg temakot keukafe aseng hana teumakot keu Allah..
Maka bek lee taiem taduk tahoe jak sama sama tabeudoh tamesaboh droe untuk tabila syariat dan peseulamat qanun jinayat..jak tatron u kuta raja untuk aksi damai di keu kanto gubernur dan DPR A serta dikeu mapolresta pada tgl 19 buleun 4 uro hameh nyoe mulai jam 9.00 beungoh sampe seleusai..

Wahe syaidara lon agama kon cuma milik ureung dayah ..agama kon cuma milik ormas tapi agama milik tanyo bandum yg mengaku Islam..maka jak sama sama ban bandum inong agam tuha muda ta mesaho droe u kuta raja (banda Aceh) ..nyo bahagian dari jihad geutanyo bek coba coba tuka take syariat segalom dileungkeu manyet geutanyo bangsa Aceh yg sayang keu agama..Allahu Akbar 3x.

Bagi yg hana tenaga tulong meudoa.. bagi yg na harta ayo infaq harta baik berupa minuman, makanan, atau sedia moto atau minyeuk moto ke saudara geutanyo yg ikot aksi.. bagi yg neuk sumbang jeut neu hubungi kamo FPI di wikayah maseng maseng atau hub HP 081360889290.

Ttd
Abi Mujahidin (tgk muslim at thahiry)

Mohon sebarkan"

Demikian seruan mengajak rakyat Aceh untuk membela syariat Islam, semoga kita semua dapat berpatisipasi. [yma]

No comments

Powered by Blogger.