Hukum Hubungan Intim Sebelum Istri Mandi Wajib Setelah Haid


(MudhiatulFata.net)-Bismillah, Walhamdulillah Wassholatu wassalamu ‘ala Rasulillah,
Intinya, hubungan intim dilarang selama periode wanita, menurut firman Allah ﷻ:
(ويسألونك عن المحيض قل هو أذى فاعتزلوا النساء في المحيض ولا تقربوهن حتى يطهرن فإذا تطهرن فأتوهن…)
"Dan mereka bertanya kepadamu tentang menstruasi, katakan" itu adalah hal yang kotor ", jadi menjauhlah dari istrimu selama menstruasi, dan jangan mendekati mereka sebelum mereka suci, jika mereka suci, campur mereka ..." -Hasil: 222).

Al Hafizh Ibnu Katsir rahimahullah menjelaskan:

ونهي عن قربانهن بالجماع ما دام الحيض موجودا, ومفهومه حله إذا انقطع

“dan (Allah ﷻ) melarang untuk mendekati mereka (para istri) dengan melakukan jima’ (hubungan badan) selama haid masih ada, dan bisa dipahami bahwa: jika haid telah selesai maka kembali menjadi halal” (Tafsir Al-Qur’an Al-Azhim: 1/439).

Jadi mayoritas ulama seperti Mazhab Maliki, Mazhab Syafii, Mazhab Hambali dan yang lainnya membuat mandi wajib setelah menstruasi sebagai syarat untuk memungkinkan mereka memiliki hubungan intim, seperti yang dikatakan Ibn Qudamah rahimahullah:

أن وطع الحائض قبل الغسل حرام, وإن انقطع دمها في قول أكثر أهل العلم

"Sebenarnya berhubungan intim dengan seorang wanita selama menstruasi sebelum mandi wajib, yang ilegal, meskipun darah haidnya telah berhenti, seperti yang dikatakan sebagian besar sarjana" (Al-Mughni: 1/384).

Shaykhul Islam ibn Taimiyyah rahimahullah berkata:

لا يجوز وطء الحائض والنفساء حتى يغتسلا, فإن عدمت الماء أو خافت الضرر باستعمالها الماء لمرض أو برد شديد تتيمم, وتوطأ بعد ذلك, بقوله تعالى: (ولا تقربوهن حتى يطهرن) أي ينقطع الدم, (فإذا تطهرن): اي اغتسلن بالماء.

"Tidak mungkin untuk melakukan kontak intim dengan wanita yang sedang menstruasi dan gigi mereka sampai mereka mandi, jika air tidak tersedia atau wanita itu terancam bahaya menggunakan air karena sakit parah atau pilek maka dia harus berhubungan seks, dan diizinkan untuk memiliki hubungan intim setelah itu, berdasarkan pada kata Allah Ta'ala: "dan jangan mendekati mereka sebelum mereka suci" yaitu: hentikan darah menstruasi, "Kemudian ketika mereka suci" yaitu, mereka mandi. " (Majmuatul Fatawa: 11/359).

Maka dari itu sebelum melakukan hubungan intim maka mandi wajib terlebih dahulu, sekian dan terimakasih

media tausiyah

wallahua'lam

saksikan temen-temen video terbaru kami


BERITA Mudhiatulfata SEKARANG
Berlangganan newsletter harian kami untuk mendapatkan liputan eksklusif terbaru yang dikirimkan ke kotak masuk Anda.

No comments

Powered by Blogger.