Hampir Tidak Ada yang Berbeda pada Ramadhan Tahun Ini di Aceh

Mudhiatulfata.net - Meski pandemi virus corona tengah melanda Indonesia, masyarakat Aceh tetap melaksanakan aktivitas harian seperti biasa. Terlebih di bulan suci Ramadan ini, masyarakat memenuhi masjid-masjid untuk melaksanakan ibadah Salat Jumat maupun Tarawih.

Mengapa tampaknya tidak ada perbedaan pelaksanaan ibadah Ramadan dibanding tahun lalu? Bagaimana sebenarnya masyarakat Aceh memandang COVID-19? Apakah hukum cambuk juga masih terus diterapkan dan dipertontonkan di saat Ramadan ini? Wawancara DW Indonesia dengan Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh, Faisal Ali.

DW Indonesia: Bagaimana kondisi Ramadan di Aceh di tengah pandemi virus corona sekarang ini?
Faisal Ali: Sampai dengan hari ini suasana di Banda Aceh khususnya masyarakat dalam menjalankan aktivitas sosial dan aktivitas ibadah masih sama seperti tahun-tahun yang lalu. Cuma hanya sedikit ada perbedaan tentang volume waktu.

Tapi yang lain hampir kita katakan 90 persen kehidupan masyarakat baik aktivitas sosial dan juga ibadahnya sama antara puasa tahun lalu dengan tahun ini. Mengapa bisa tidak ada perbedaan di saat ada pandemi seperti sekarang ini? Memang dalam konteks beribadah itu ada keterkaitan dengan keputusan pemerintah. Misal pemerintah memutuskan di Aceh PSBB, tentunya model-model ibadah seperti sekarang ini tidak bisa dilakukan. Harus mengikuti keputusan pemerintah.

Tapi karena dalam konteks sekarang ini kita masih masuk dalam kategori yang terkendali, walaupun ada penambahan kasus yang sampai pada hari ini sudah 10. Satu meninggal, empat sembuh, lima lagi dalam proses perawatan. Jadi karena masih terkendali. Sangat sulit jika tidak diikuti keseragaman di luar ibadah. Kalau misalnya di Jakarta, itu sejalan.

Physical distancing dan ketentuan-ketentuan yang lain dalam ibadah juga akan berlaku. Ini yang tidak berjalan di Aceh.

Belum ada keseragaman antara aktivitas sosial dan ibadah.
Tapi pemerintah pusat sudah mengeluarkan imbauan untuk bekerja, belajar, dan beribadah di rumah. 

Apakah imbauan tersebut tidak dijalankan di saat Ramadan ini?
Karena pemerintah baru sebatas imbauan-imbauan, tidak ada penertiban seperti yang ada di Jakarta.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.