Mengenang Ketegasan Abon Seulimuem Menolak Wahabi yang Merusak Akidah Bangsa Aceh

Mudhiatulfata.net - Ia yang bijaksana, berwibawa dan tegas, sang ulama kharismatik dari Aceh Besar ini ketika menghadapi segala permasalahan yang melanda umat di negeri.

Terbukti saat wabah virus penyakit yang disebarkan oleh pengikut Syaitan Nejd melanda umat di bumi Serambi Mekah.

Beliau tampil dengan gagah & gempita menyerukan perlawanan kepada musuh-musuh akidah lslam Ahlussunah Waljamaah, oleh para missionaris Wahabi Salafi yang ingin mengusik ketenangan rakyat di Bumi Iskandar Muda.

Di samping ada Syi'ah yang masih terselubung keberadaannya di Aceh dan juga para lslam Liberal serta ajaran-ajaran menyimpang lainnya sebagaimana telah difatwakan MPU Acèh.

Dialah salah seorang ulama yang saat itu diperhitungkan di negeri Serambi Mekkah. Almukarram Syaikhuna Abon Seulimuem atau Tgk H Mukhtar Luthfi bin Tgk H Abdul Wahab di Dayah Ruhul Fata, Seulimeum.

Banyak hal yang disampaikannya selain menyerukan kepada rakyat Aceh agar tidak membiarkan negeri dikuasai Wahabi,lo Syi'ah dan sejenisnya.

Hingga beliau menganjurkan agar umat kembali melakukan parade perjuangan penolakan Wahabi tanggal 1 Oktober 2015 lalu, secara tegas dan nyata dengan segala konsekwensinya jika memang diperlukan.

Yakni meminta kepada Pemerintah untuk mengqanunkan poin-poin tuntutan, atau ditanda tanganinya tuntutan rakyat pada parade Aswaja tersebut.

Jika saja parade kali kedua itu tidak ditandatangani oleh Pemerintah maka Ulama yang kini sebagai fasilitator pun akan mengembalikan permasalahan kepada rakyat, dan tentu rakyat kemudian yang akan menghukuminya sendiri. 

Dikhawatirkan jika rakyat sudah bosan dan marah maka akan terjadilah hal-hal yang tidak diinginkan, semoga saja hal yang tak diinginkan itu tidaklah terjadi.

Abon Seulimuem yang mengingatkan Pemerintah Aceh agar tidaklah mengenyampingkan tuntutan rakyat yang telah lama bersabar menunggu kepastian Pemerintah agar permasalahannya dapat direspon, ditindaklanjuti dan direalisasikannya semua tuntutan rakyat.

Asal diketahui rakyat Aceh menuntut kepedulian pemerintah bukan karena kemauan pribadi atau kelompoknya tapi adalah karena atas dasar terbitnya fatwa-fatwa ulama MPU Aceh tentang ajaran-ajaran sesat menyesatkan yang bertolak belakang dengan akidah Ahlussunnah Waljama'ah.

Maka hal tersebut sah-sah saja selaku umat atau warga negara yang baik wajib peduli akan akidah agamanya daripada para perusak dan penyesat-penyesat yang bertopeng lslam ini. [yma]

No comments

Powered by Blogger.