Nelayan asal Aceh di Thailand Divonis 1 Tahun Penjara

 

Mudhiatulfata.net, Banda Aceh – Sejumlah 6 orang nelayan yang masuk dalam kategori umur anak-anak asal Aceh Aceh Timur, Aceh, yang kini ditahan oleh Otoritas Thailand bakal segera bebas. Mereka sedang diupayakan proses pemulangan via Bangkok-Jakarta-Aceh.


Informasi ini disampaikan oleh anggota DPRA dapil Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky, yang juga Sekretaris Komisi V DPR Aceh, usai berkomunikasi langsung dengan salah seorang staf Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI, Senin 8 Juni 2020 sore.

“Alhamdulillah ada kabar baik. Para nelayan ini sudah menjalani proses persidangan di pengadilan negara setempat. Mereka dihukum satu tahun penjara,” ujar Iskandar.

Iskandar menjelaskan, jika dikurangi masa tahanan yang sudah berlangsung sejak Januari 2020 berarti mereka sudah menjalani hampir setengah dari masa hukuman.

“Tak lama lagi akan bebas. Apalagi jika mereka berprilaku baik. Kita akan advokasi agar mereka segera dideportasi ke Aceh,” ujar Iskandar.

Dari 33 nelayan yang ditahan di Thailand, sebanyak 6 di antaranya yang masih berusia di bawah umur, tidak diproses hukum dan akan segera dibebaskan.

“Jika dalam Minggu depan ada penerbangan dari Bangkok ke Jakarta, mereka akan segera dipulangkan dengan bantuan pihak KBRI setempat. Isya Allah segera bertemu dengan keluarga di Aceh,” ujar Iskandar, politisi Partai Aceh yang konsen dengan isu-isu nelayan ini.

Iskandar mengatakan, tertundanya pemulangan nelayan asal Aceh tersebut karena karena lockdown wabah Corona (Covid-19)

Dalam pembicaraan dengan staf Kemlu RI, Iskandar juga meminta nomor kontak yang bisa dihubungkan antara nelayan yang sedang menjalani proses hukuman di Thailand dengan keluarga di Aceh.

“Saya juga meminta nomor kontak agar keluarga nelayan di Aceh dapat berkomunikasi, apalagi dalam suasana Idul Fitri. Kita berharap, pemerintah untuk tetap respek soal nasib nelayan kita yang terdampar atau ditangkap di negara tetangga kita,” ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, sebanyak 33 nelayan asal Aceh Timur yang ditangkap Angkatan Laut Kerajaan Thailand atau Royal Thai Navy (RTN) pada 21 Januari 2020 karena diduga melakukan pencurian ikan di perairan Thailand, kini semuanya dalam keadaan sehat.

Mereka juga mendapat bantuan kekonsuleran dari Konsulat Republik Indonesia (KRI) di songkhla, Thailand. Iskandar Al-Farlaky, yang juga Wasekjend DPA Partai Aceh mengadvokasi kasus nelayan ini sejak awal mereka ditahan.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.